Selasa, 3 Januari 2012

sebuah puisi terakhir

sebuah puisi terakhir

ini lah dia sajak ku yang terakhir,
menamatkan riwayat ku yang semakin sepi, sepi, sepi, sepi,
ku kira, tiada siapa lagi yang membaca coretan, warkah, nukilan cinta ini lagi,
sementelah diriku dihinggapi pilu,
bara cinta ku hancur menjadi abu,
maka apalagi yang harus aku ucapkan pada cinta.

maka di sinilah segalanya akan berakhir,
aku kesal, kesal, kesal, kesal,
kerana kesilapan ku yang berat,
segalanya musnah,
kerjayaku, cintaku, sasteraku, harapan masa hadapan keluarga yang selalu kuidam-idamkan,
maka tiadalah lagi nukilan buatmu kasih, anak-anak, dan masa depan as-kunu,
karena inilah yang terakhir,
sementelah segala yang ku lakukan tiada yang kena pada mata si polan dan si polan,
makanya, biarlah ini jadi puisi terakhirku.

biarlah ia mati bersama harapan ku yang menggunung,
biarlah ia menjadi lipatan sejarah sahaja,
di sini menjadi saksi jatuh bangun hidupku,
sebagai pecinta yang sepi, sepi, sepi, sepi.

Kepada mantan kekasihku,
aku sedar aku melukakan hatimu saat aku mengundurkan diri dari dirimu,
tetapi aku lakukan kerana hati yang ikhlas karena Al-Wali,
setelah tahajud dan istiharah 3 malam berturut,
aku menanti cinta yang datang dari insan lain,
ku kira ia jalan terakhir buat diriku,
rupa-rupanya ia tak semudah itu.

Kepada cinta baru yang baru mula berputik namun tak sempat kembangnya bunga cintamu lalu gugur ke bumi,
maafkan aku karena terburu untuk memilikimu,
aku sedar ketidakmatangan diriku menjerat diriku sendiri setelah engkau pergi tanpa pesan,
tanpa pesan, tanpa pesan, tanpa pesan, tanpa pesan,
yang tinggal hanya kenangan manis berjumpa ayah dan mamamu.

Aku sedar inilah balasan buat diriku yang sering menghancurkan jiwa insan lain,
aku sedar aku difitnah, dicaci, dimaki, dihina,
karena tindakan jujurku mencari cinta yang lain rupa-rupanya suatu tabu bagi mereka yang tidak memahami apa itu pencarian cinta,
ku sangkakan ianya suatu dogma yang menguatkan jati diriku, lalu aku menadah tangan meminta bantuanNya,
"Ya Al-Wali, kau lah Tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang,
dan Nabi Muhammad Sallahu alaihi wassalam itu pesuruhMu,
ampunilah dosa ibu dan ayahku - kasihanilah mereka yang mengasihiku ketika aku masih kecil Ya Allah,
ampunilah dosa-dosaku, yang banyak melakukan dosa kepadaMu,
yang hanya mencariMu saat aku genting dan susah,
dan meninggalkanMu saat aku gembira,
ampunkanlah segala kemaksiatan yang pernah aku lakukan dahulu bersama orang-orang yang aku sayangi,
berikanlah keberkatan dan rahmat buat diri kami Ya Allah!
Panjangkan umurku dengan kesihatan yang baik, murahkanlah rezekiku dengan rezeki yang halal dan berkat,
tunjukkanlah aku jalanMu yang lurus, jalan yang Engkau redhai.
Ya Allah, seandainya pilihan ku dalam mencari jodoh pada dia merupakan suatu kesilapan,
tunjukkanlah aku kesilapanku, jauhkanlah hati kami, lupakanlah cinta antara kami Ya Allah,
seandainya pilihanku ini yang terbaik untuk semua pihak dan juga bagi dirinya dan diriku,
tunjukkanlah aku, bimbinglah aku ke jalan lurusMu, agar kami bersatu menjadi pasangan yang halal hingga ke akhirat, ke akhir hayat.
Pada Engkau Ya Allah, aku mohon yang terbaik buat diriku, dan orang-orang yang aku sayangi dan juga keluarga mereka,
Aku sedar, aku tidak mampu memuaskan hati dan perasaan semua pihak,
Aku cuba yang terbaik ya Allah,
Bukan kebencian yang aku cari ya Allah,
Ya Allah, aku bertawakkal kepada engkau akan jodoh ajal dan mautku,
Aku redha akan qada' dan qadarMu Ya Allah,
Seandainya aku memberi kejahatan pada wanita yang aku sayangi, kau kuncilah nafsuku ya Allah,
Itulah yang terbaik buatku ya Allah.

Dan aku sebut namamu dalam tiap doaku,
Aku menunggu andai pintu itu masih terbuka,
Ah! Aku sudah tak daya lagi Ya Allah, aku bertawakkal pada Engkau Ya Allah,
Siapa jua jodohku, aku terima dengan hati yang terbuka Ya Allah,
Aku dambakan keluarga yang bahagia dunia akhirat,
Aku sedar, lidah mana yang tidak pernah tergigit,
lantas aku mengharapkan kesabaran dariMu Ya Allah.

Ini sajak ku yang terakhir,
buatku, buatmu, buat dia, dan as-kunu,
malah sesiapa sahaja yang pernah membaca, mengkritik, membenci, menyintai karya-karyaku ini,
kalian tahu siapa kalian!

Makanya, izinkan aku mengundurkan diri sayang,
yang tinggal hanya secebis puisi ini,
bagi yang pernah memfitnah diriku, aku maafkan kamu,
bagi yang pernah bermusuh denganku, maafkan la daku,
aku tiada niat memasang api pada sumbu kemarahanmu andai aku menyakiti sahabatmu,
Buat kawan-kawan sepejabat yang sering menasihati diri ini, terima kasih sebab banyak menyedarkan diriku siapa diri ini sebenar,
Buat kawan serumah, maafkan diri andai aku menyakitimu,
buat keluarga di sana, aku sayangkan kalian selalu walau aku jarang pulang ke kampung,
buat atukku yang selalu sakit-sakit, maafkan aku andai cucumu jarang menelefonmu,
biar aku bawa diri ini yang lara.

Maafkan segala ketidakmatanganku ini yang menjengkelkan kalian,
aku hanya ingin menumpang kasih dan manja sementelah ibu dan ayahku telah tiada di sisi,
Ah, terlalu banyak yang aku tulis,
aku khuatir akan menjengelkan kalian membacanya,
aku berharap sinar 2012 membawa diriku ke tahap yang lebih baik.

Oh ya, kepada wanita-wanita yang pernah aku dampingi,
maafkan segala kenakalanku selama ini,
aku hanya menumpang bahagia bagi meghilangkan tekanan yang aku alami sehari-hari,
maafkan andai aku hipokrit dalam hidupku selama ini.

Selamat tinggal dunia puisiku,
selamat tinggal cinta yang telah berlalu,
izinkan aku pergi membawa diri bersama hati yang luka berdarah yang sukar ku sembuhi sendiri,
aku enggan lagi melayan diri ini yang terlalu lama manja dengan cinta yang aku sendiri tak tahu apa dan di mana hujung pangkalnya.

10 januari, hari lahirku yang ke 26,
Umur semakin bertambah ku berharap ia seiring dengan kematangaku dalam cinta,
buat teman yang berkahwin, tahniah kerana pencarian cinta kalian berjaya ke kemuncaknya,
doakan aku jua.

Selamat tinggal. Assalamualaikum.

ashraf adrutdin,
2.13 pagi selasa,
3 januari 2012,
pangsapuri flora 1.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan